Yaa, gue kembali dengan membawa ff gaje hahaha...
Cukup menguras tenaga juga membuatnya :D
Dan lama tentunya, dikarenakan penyakit malas yang gue derita+mood yang ga mendukung huahahaha xD
Mian kalo banyak typo atau gajeatau sejenisnya *bow*
Oh iya, di ff ini gue juga membuat posternya, hahaha sekadar iseng-iseng aja ;p
Okedeh, langsung aja ya, cekidooott.. :D
Judul : I hope I can stop your tears
Genre: romance *mungkin*, menurut pembaca lah xD
Cast: Cho Kyu Hyun, Park Young Eun, etc
*-----*
“Saat mentari mulai
terbit, itulah awal aku mengenalmu..
Saat raja siang membakar,
itulah awal aku bersama denganmu..
Saat hujan turun dengan
lebat, itulah saat aku mengkhawatirkanmu..
Saat bintang bertabur
dan rembulan tersenyum, itulah saat aku memikirkanmu..
Saat malam semakin
larut, saat itulah aku merasa takut untuk kehilangan dirimu….”
(dikutip dari soal UAN
SMP 2011-2012 Bahasa Indonesia paket D45)
----
Bel pulang sekolah berbunyi tanda pelajaran sudah berakhir.
Para siswa segera bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Siswa SMA bernama Cho Kyu Hyun itu segera menghampiri chingu nya yang dari tadi tetap berkutat
dengan buku-buku sejarahnya itu.
“Ya! Park Young Eun! Sampai kapan kau akan tetap disini
bersama soulmate-soulmate mu itu hah? Ayo kita pulang, aku sudah bosan berada
di sekolah hari ini”, ujar Kyuhyun, dia menatap kesal temannya itu.
“Nee~ Baiklah..”
Kyuhyun dan Young Eun merupakan sahabat dari SMP sampai
mereka duduk di kelas X SMA ini. Jadi tidak heran kalau mereka sering terlihat
sedang berdua.
“Young Eun”, ucap Kyuhyun.
“Hm? Apa?”, jawab Young Eun datar.
“Bisakah kau temani aku dulu ke taman? Aku ingin refreshing
sejenak”
“Ne. baiklah”, jawab Young Eun sambil tersenyum
Wajah Kyuhyun memerah sesaat ketika melihat Young Eun
tersenyum seperti itu. Ya, yeoja yang
dikenal pintar, pendiam, dan tertutup ini memang jarang menampakkan senyumnya
itu. Senyum yang bisa membuat hati namja
manapun tunduk padanya. Senyuman tulus yang membuat Kyuhyun jatuh hati dengan yeoja ini. Sejak dulu, dia sudah
menyukai yeoja ini. Tapi Kyuhyun
takut kalau dia menyatakan perasaannya, Young Eun akan pergi menjauh darinya
dan tidak ingin berteman dengannya lagi.
Apa harus kukatakan
sekarang? Batin
Kyuhyun. Ya, dia merasa sekaranglah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan
cintanya pada yeoja itu. Mengatakan
kalau dia menyukainya, mencintainya, dan ingin terus bersamanya. Kyuhyun tak
peduli lagi apakah Young Eun akan menerimanya atau tidak. Yang penting baginya
sekarang adalah menyatakan perasaannya pada Young Eun dulu. Dia berharap Young
Eun akan menerimanya untuk menjadi kekasihnya. Jika tidak, dia akan meminta
Young Eun untuk terus menjadi sahabatnya..
****
“Kau tau saja kalau aku suka tempat yang tenang seperti ini”,
ujar Young Eun kemudian duduk di kursi taman itu.
“Baguslah kalau kau suka di sini. Aku ke sana dulu ya,
tiba-tiba aku haus. Kau mau kubelikan minuman juga?”, tanya Kyuhyun sambil
tersenyum ke arah Young Eun.
“Ne, boleh”, Young Eun mengangguk. Dia kembali membuka
bukunya, sementara Kyuhyun pergi membeli minuman untuk mereka.
Tak berapa lama kemudian, Kyuhyun datang dengan membawa dua
botol minuman dingin untuk mereka.
“Ya! Kau selalu saja bersama soulmate-mu itu. Tidak bisakah
kau sebentar saja berpisah dengannya?”, ucap Kyuhyun kesal.
“Kau jangan marah seperti itu, wajahmu kelihatan jelek saat
kau marah”, Young Eun tersenyum ke arah Kyuhyun
Lagi-lagi, senyum itu.. Batin Kyuhyun. Wajahnya kembali
memerah sesaat.
“Kau ada apa mengajakku ke sini? Tumben sekali”, tanya Young
Eun setelah meneguk minumannya itu.
“Em… aku… Sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu..”,
ucap Kyuhyun gugup.
“Apa? Katakanlah”, jawab Young Eun. Dia tersenyum lagi.
Ya ampun, kenapa di saat seperti ini dia tersenyum lagi.
Sudah setengah mati Kyuhyun menahan sikap groginya. Tapi yeoja ini malah membuatnya semakin salah tingkah saat dia tersenyum
lagi.
“Hm? Kyuhyun? Apa yang ingin kau bicarakan? Kenapa kau diam?
Katakanlah”, Young Eun menoleh ke arah Kyuhyun. Dia penasaran dengan yang ingin
dikatakan Kyuhyun padanya.
“Emm.. Tapi kau jangan marah ya?”, ujar Kyuhyun takut-takut.
“Hahaha, iya iya. Emangnya apa sih yang ingin kau katakan.
Kok ribet banget perasaan”, jawab Young Eun.
“Em… Sebenarnya aku… Menyukaimu… Emm, tidak.. Kurasa aku
mencintaimu… Bagiku kau adalah orang yang istimewa untukku… Maukah kau… Jadi yeojachinguku, Young Eun?”, Kyuhyun
merasa lega telah mengatakan semuanya. Sekarang dia tinggal menunggu jawaban
dari Young Eun.
DEG!
Benarkah yang didengar Young Eun? Namja di hadapannya ini menyatakan perasaan cinta padanya? Namja perfect yang selama ini menjadi
idola di sekolahnya, sekaligus sahabatnya itu ternyata menyukainya? Namja pintar dan tampan yang disukainya
juga dari dulu menyatakan perasaan padanya?
Oh God, benarkah ini? Batin Young Eun. Ia tidak menyangka
bahwa namja dihadapannya ini, menyukai dirinya yang lebih terlihat cupu dan
tidak suka berdandan seperti yeoja
SMA seusianya.
Young Eun memutar otak merangkai kata-kata yang harus
dikeluarkannya untuk namja ini.
“Ya! Young Eun, kau mendengarku kan?”, suara Kyuhyun
terdengar jelas di telinganya.
“Em.. Kyuhyun.. Sebenarnya aku.. Tidak..”, ucapan Young Eun
terputus.
“Tidak apanya?”, tanya Kyuhyun penasaran. Ya, dia sangat
penasaran dengan jawaban yang akan dikeluarkan yeoja ini padanya.
“Aku… tidak.. tidak akan menolakmu, Cho Kyu Hyun. Nado~”, ujar Young Eun malu. Dia
menundukkan kepalanya.
Aisshh, dia menggemaskan sekali saat malu seperti itu.. Batin
Kyuhyun. Ya, setidaknya Kyuhyun merasa tenang sekaligus senang sekarang.
Pertama, dia sudah menyatakan perasaannya pada Young Eun. Kedua, dia telah
diterima oleh Young Eun menjadi namjachingunya.
“Gomawo Young Eun, Gomawo”, ujar Kyuhyun seraya memeluk yeoja di depannya ini. Dia memeluk
erat-erat Young Eun. Seakan siapapun tidak boleh mengambil Young Eun darinya.
“N..ne, cheonma. T..tapi bisakah kau tidak
memelukku sekuat ini? A..aku sulit sekali bernapas sekarang.”
Dengan cepat Kyuhyun melepaskan pelukannya. “Mianhae Young Eun, aku terlalu
bersemangat tadi.”
“Ne, tidak apa-apa”, jawab Young Eun sambil tersenyum.
“Gomawo telah
menerimaku menjadi namjachingumu
Young Eun, gomawo. Kupikir kau tadi
akan menolakku”, ucap Kyuhyun kemudian mencium kening yeojanya itu.
“Aku tidak akan mungkin menolak namja perfect sepertimu. Sayang kan? Hahaha”, jawab Young Eun
sambil tertawa.
“Ne. Aku tau kalau
aku itu memang sangat pintar dan tampan”, ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan evil
smirknya itu.
PLETAK~
Satu jitakan mendarat di kepala Kyuhyun.
“Ya! Kau mengapa menjitakku? Aku kan hanya mengatakan fakta”,
ujar Kyuhyun sambil meringis kesakitan.
“Itu untuk menyembuhkan penyakit narsismu. Sudahlah, ayo kita
pulang. Hari sudah mulai gelap”, Young Eun beranjak dari tempat duduknya.
“Ne, baiklah
baiklah”, Kyuhyun pun berdiri. Mereka pun segera pulang ke rumah.
****
Tidak terasa sudah satu tahun mereka menjalani hubungan
sebagai pasangan kekasih.
Mereka sama-sama menjalani hubungan ini dengan nyaman dan
bahagia. Terlihat dari hubungannya yang tampak berjalan mulus. Mereka tidak
seperti remaja kebanyakan yang sering memamerkan kemesraan di depan umum. Tapi mereka
lebih sering sharing dan mencoba saling memahami satu sama lainnya.
Bel pulang sekolah pun berbunyi.
“Young Eun, malam ini maukah kau menemaniku ke suatu tempat?
Aku akan menjemputmu nanti”, tanya Kyuhyun ragu-ragu. Dia tau kalau yeojachingunya ini agak susah kalau
diajak pergi malam-malam.
“Emm, emangnya ada apa?”, tanya Young Eun sambil menoleh ke
arah Kyuhyun.
“Mm.. Aku ingin sekali mengajakmu kesana. Kau keberatan?”
“Emm, baiklah.”
“Gomawo Young Eun
^^ Ayo kita pulang”, Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban dari Young Eun.
Akhirnya Young Eun mau diajak jalan malam-malam berdua dengannya.
“Ne~”, jawab Young
Eun.
****
“Haduuh, mau pakai baju apa ya? Ya! Kenapa aku jadi gugup
begini? Bukankah aku sudah lama berpacaran dengannya? Kenapa tiba-tiba aku jadi
seperti ini? Hhhh”, Young Eun berbicara pada dirinya. Tiba-tiba dia jadi gugup
sekali saat akan diajak pergi oleh Kyuhyun.
Setelah mendapatkan baju yang diinginkannya, Young Eun segera
bersiap-siap. Sebentar lagi pasti Kyuhyun akan menjemputnya.
TING TONG
Terdengar bunyi bel rumah Young Eun. Pasti Kyuhyun, batinnya. Segera saja dia keluar dari kamarnya,
kemudian berpamitan pada Omma dan Appanya.
“Kyuhyun, mian
membuatmu menunggu”, ujar Young Eun sambil sedikit merapikan ikatan rambutnya.
Kyuhyun terdiam. Dia memandangi yeoja di depannya dari atas sampai bawah. Dia terlihat lebih cantik saat berdandan, batin Kyuhyun.
“Mm? kenapa kau melihatku seperti itu? Apa ada yang salah?”,
tanya Young Eun sambil merapikan pakaian dan rambutnya.
“Ani, tapi kau terlihat cantik hari ini. Ayo cepat naik”,
ujar Kyuhyun seraya mengulurkan helm ke arah Young Eun.
Wajah Young Eun memerah sesaat. Dia kemudian mengambil helm
itu dan memakainya, lalu segera naik ke motor Kyuhyun.
“Ya! Kenapa kau tidak memegangku? Kau mau jatuh?”, ucap
Kyuhyun sambil menarik tangan Young Eun agar memeluknya.
Young Eun pasrah, dia membiarkan tangannya memeluk tubuh namja di depannya. Tapi saat itu, justru
dia merasa tenang berada di dekat namja
ini…
****
“Kita sudah sampai”, ucap Kyuhyun.
“Disini?”, tanya Young Eun.
“Ne. Wae? Kau tidak
suka?”
“Ani.”, Young Eun
menggelengkan kepalanya. “Aku suka, suka sekali.”
“Baguslah kalo begitu. Ayo ikut aku”, ujar Kyuhyun sambil
menarik tangan Young Eun.
“Waa, bagus sekali pemandangan disini”, ujar Young Eun
melihat sekeliling tempat itu.
“Ini tempat favoritku. Disini kita bisa dengan jelas melihat kerlap-kerlip
lampu kota Seoul di malam hari”, ucap Kyuhyun tersenyum.
“Hmm. Kau benar”, jawab Young Eun sambil menganggukkan
kepalanya.
“Tunggu sebentar ya”, Kyuhyun menepukkan tangannya
berkali-kali. Tiba-tiba lampu di tempat itu menyala dengan indahnya. Lalu
keluar pelayan sambil membawakan makanan untuk mereka.
“Waa, kau yang merancang semua ini ya?”, tanya Young Eun
takjub.
“Mm..”, Kyuhyun mengangguk. “Kau suka?”, tanya Kyuhyun sambil
menggenggam tangan yeojanya itu.
“Ne. Gomawo ^^”,
Young Eun tersenyum. Dia merasakan kebahagiaan yang saat itu tengah
menyelimutinya.
“Ayo makan dulu”, ajak Kyuhyun.
“Ne, ayo”, jawab
Young Eun.
----
“Ahh, kenyangnya. Gomawo
untuk semuanya, Kyuhyun”, ujar Young Eun senang.
Kyuhyun merasa bahagia bisa melihat senyuman yang kembali
terukir di wajah Young Eun. Dia merasa sangat bahagia saat itu.
“Ne, cheonma”,
jawab Kyuhyun.
“Gomawo juga telah
menerimaku menjadi namjachingumu
sampai sekarang ini. Saranghaeyo”,
Kyuhyun memeluk yeojanya, kemudian
dia mencium lembut kening Young Eun.
“Ne, nado saranghae,
Kyuhyun”, Young Eun membalas pelukan Kyuhyun. Mereka merasa sangat bahagia
sekarang.
****
Young Eun baru sampai di kelas. Dia sudah melihat Kyuhyun di
dalam. Kyuhyun tersenyum ke arahnya. Hari ini Young Eun memang tidak berangkat
bersama Kyuhyun. Kyuhyun katanya ada urusan sebentar tadi pagi sehingga dia
tidak bisa menjemput Young Eun.
Bel masuk kelas berbunyi. Soo Man seongsangnim masuk ke kelas
dengan membawa seorang yeoja. Tampaknya dia murid baru, karena ini pertama
kalinya Young Eun dan teman-teman sekelasnya melihat yeoja itu di sekolahnya.
“Annyeong haseyo. Joneun Kang So Ra imnida. Saya pindahan
dari California, USA. Semoga teman-teman semua bisa menerima saya sebagai murid
disini juga. Mohon bantuan teman-teman semua”,
katanya memperkenalkan diri seraya membungkukkan badannya.
Cantik ya, batin Young Eun.
Young Eun menoleh ke arah kursi Kyuhyun. Wajah Kyuhyun sedikit aneh. Dia
terlihat kaget ketika melihat murid baru itu. Tapi kenapa?
“Kang So Ra, kau duduk di bangku yang ada di sebelah
Kyuhyun”, ujar Soo Man seongsangnim.
“Baiklah”, kata So Ra seraya berjalan ke arah bangku di
sebelah Kyuhyun. Dia tersenyum ke arah Kyuhyun. Kyuhyun balas tersenyum
kepadanya. Tapi Young Eun melihat senyum itu tidak seperti senyum tulus Kyuhyun
seperti biasa. Ada apa sebenarnya?
Sesekali Young Eun melirik ke arah Kyuhyun dan So Ra. Mereka
terlihat sedang mengobrol. Kyuhyun menjawab seadanya.
Bel istirahat berbunyi. So Ra menghampiri Kyuhyun.
“Kyu, kita ke kantin bareng aja yuk”, tanya So Ra.
“Tunggu dulu, aku tanya Young Eun dulu”, jawab Kyuhyun.
“Young Eun, So ra mau ikut ke kantin bersama kita, boleh?”,
tanya Kyuhyun.
“Emm, boleh kok”, jawab Young Eun.
Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin bersama.
“Kalian mau pesan apa? Biar aku yang pesanin”, tawar So Ra
lembut.
“Aku bakso aja deh, minumnya teh aja”, jawab Young Eun.
“Aku sama dengan Young Eun aja”, ujar Kyuhyun.
“Oh oke. Tunggu bentar ya”, kata So Ra lagi. Kemudian dia
pergi meninggalkan Young Eun dan Kyuhyun.
“Emm.. Kyu, aku boleh bertanya padamu? Apakah sebelumnya kau
sudah mengenal So Ra?”, tanya Young Eun.
“Hm? Iya, dia temanku dulu. Tapi kemudian dia pindah ke
California dan tidak pernah pulang ke Seoul lagi. Ada apa?”, ujar Kyuhyun.
“Oh, aniya. Aku hanya merasa kalian seperti sudah saling
mengenal. Ternyata dugaanku benar”, jawab Young Eun.
Tak lama kemudian, So Ra pun datang dengan seorang pelayan
membawa pesanan.
“Hai, ini pesanan kalian. Ayo kita makan”, kata So Ra
tersenyum.
****
Bel tanda pulang sekolah berbunyi. So
Ra menghampiri Kyuhyun yang masih duduk di bangkunya.
“Kyu, sore ini apa kau ada acara?”,
tanya So Ra.
“Hm, aniya. Ada apa?”
“Aku ingin mengajakmu ke suatu
tempat. Ada yang ingin aku bicarakan”, ujar So Ra.
“Baiklah.”
****
Young Eun berjalan pulang menuju
gerbang sekolah, dia kelihatan mencari-cari seseorang. Tampaknya dia mencari
Kyuhyun. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ada satu pesan baru masuk. Young Eun
membuka pesan itu.
“Annyeong Young Eun, hari ini aku
tidak bisa mengantarmu pulang. Aku ada urusan dengan So Ra. Jadi aku langsung
pulang. Kau tidak apa-apa kan?
Kyuhyun.”
Dari Kyuhyun ternyata. Young Eun
segera membalas pesan Kyuhyun.
KLIK. Terkirim. Dia pun melanjutkan
perjalanan untuk pulang ke rumahnya.
****
Young Eun akhirnya tiba di rumahnya.
Karena merasa gerah, jadi dia memutuskan untuk mandi. Setelah selesai mandi,
Young Eun duduk di kursi dekat jendela. Dia bosan akan melakukan apa saat itu. Tapi
tiba-tiba dia merasa pusing, badannya seakan tidak berdaya. Dia berteriak
memanggil Bibi Jung berkali-kali. Young Eun tidak kuat lagi menahan sakit yang
dideritanya. Badannya terjatuh ke lantai. Bibi Jung yang baru saja sampai di
kamarnya segera berteriak memanggil Pak Lee, supir keluarga Young Eun, agar
segera mengantar Young Eun ke rumah sakit. Sementara Bibi Jung mempersiapkan
barang-barang Young Eun yang akan dibawanya.
****
Kyuhyun tiba di taman yang dikatakan
So Ra. Apa yang ingin dia bicarakan
sebenarnya? Batin Kyuhyun. Kuyhyun pun duduk di bangku panjang. Tak lama
kemudian, datanglah So Ra.
“Annyeong. Sudah lama?”, sapa So Ra.
“Ani, aku juga baru sampai. Apa yang
ingin kau bicarakan?”, jawab Kyuhyun datar.
“Kenapa nada bicaramu dari dulu
sampai sekarang tetap dingin padaku? Apa karena waktu itu?”, tanya So Ra.
“Mollayo. Cepat katakan yang ingin
kau bicarakan padaku”, jawab Kyuhyun.
Haah.. Sudah lama dia telah membuang
perasaan itu. Tapi dia malah kembali lagi di hadapan Kyuhyun. Semenjak
kepergiannya dulu, Kyuhyun seperti orang gila. Sampai akhirnya dia bertemu
Young Eun, yang lama-lama membbuatnya melupakan masa lalu itu. Dulu, Kyuhyun
dan So Ra teman sejak kecil. Mereka sangat akrab, bahkan Kyuhyun sempat
menyukainya. Kyuhyun dan So Ra pernah berjanji untuk selalu berdua, tapi janji
tersebut dilanggar oleh So Ra. Dia memutuskan untuk pindah ke California
bersama orang tuanya. Katanya untuk menuntut ilmu. Kyuhyun saat itu sangat
sedih kehilangan orang yang istimewa baginya itu. Tapi sekarang, perasaan itu
sudah hilang, dan ini semua karena Young Eun.
“Aku rasa kau masih marah padaku”,
ujar So Ra. Dia menunduk.
“Mungkin, tapi tenang saja. Aku tidak
sampai dendam kok”, jawab Kyuhyun dingin.
“Sebenarnya, aku masih menyukaimu,
Cho Kyu Hyun”, ujar So Ra lagi.
Kyuhyun terkejut. “Apa maksudmu?”
“Semenjak kepindahanku dulu, aku
terus memikirkanmu. Sampai-sampai aku pindah ke sini lagi. Aku merindukanmu”,
So Ra menatap Kyuhyun dalam-dalam.
“Begitu? Tapi perasaanku sekarang
tidak seperti dulu lagi. Aku sudah mempunyai orang yang kucintai”, kata Kyuhyun
dingin.
“Apakah yeoja itu?”, tanya So Ra
sedih.
“Ne, itu benar.”
“Hm.. Begitu ya? Berarti tidak ada
harapan lagi untukku?”, tanya So Ra lagi.
“Ne, tidak ada.”
So Ra tertunduk. Tampak dia sedang
menahan tangisnya.
“Oh iya, ada yang ingin kukatan padamu.
Lusa aku akan pindah ke California lagi. Aku akan kuliah disana”, ujar So Ra.
Dia berusaha untuk tersenyum.
“Begitu?”, tanya Kyuhyun.
“Ne, dan aku ada satu permintaan.
Bisakah aku memelukmu untuk terakhir kalinya? Pelukan dari sahabat untuk
sahabatnya”, pinta So Ra.
Kyuhyun tampak berpikir sejenak.
“Emm, baiklah. Untuk terakhir kalinya.”
Kemudian So Ra memeluk Kyuhyun lama.
Kyuhyun sebenarnya agak risih. Tapi dia menerima saja. Toh ini untuk terakhir kalinya, batin Kyuhyun.
****
Young Eun masih terbaring di tempat
tidurnya. Terlihat di sana Bibi Jung bolak-balik sambil terus memegang
ponselnya. Dia baru saja memberitahu Appa
dan Omma Young Eun yang berada di
luar negeri mengenai kejadian hari ini. Dan katanya mereka akan pulang ke Seoul
secepatnya. Bibi Jung menghentikan kegiatannya itu ketika melihat Young Eun
sudah mulai membuka matanya. Dia pingsan dari siang sampai sekarang pukul 9
malam. Bibi Jung menghampiri Young Eun.
“Nona,
Gwaenchanayo?”,
tanya Bibi Jung khawatir.
“Ne, gwaenchana”, ujar Young Eun.
“Bibi,
bukuku bibi bawa kan?”, tanya Young Eun.
“Ne, tunggu sebentar”, jawab Bibi Jung.
Lalu dia mencari barang itu di tas yang tadi dibawanya. “Ini bukunya.”
“Ne, gamsahamnida”, Young Eun mencoba
bangkit dari tidurnya untuk meraih buku itu. Dia kemudian duduk di kasur sambil
terus-terusan menulis. Entah apa yang ditulisnya saat itu.
“Bibi
Jung, apa Omma dan Appa akan menemuiku?”, tanya Young Eun
lagi setelah selesai dengan kegiatannya itu.
“Ne, mereka akan secepatnya sampai
disini. Nona istirahat saja dulu. Atau mau makan?”, tawar Bibi Jung.
“Ah,
aniya. Aku sedang capek. Ingin
istirahat”, jawab Young Eun.
Baru
saja dia akan berbaring, tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya. Ternyata
itu Appa dan Omma Young Eun.
“Chagi, gwaenchana?”, tanya Appa dan Omma Young Eun khawatir.
“Ne, gwaenchana. Aku ingin tidur dulu ya,
capek sekali rasanya”, ujar Young Eun lagi.
“Ne, istirahatlah dulu chagi”, ujar Omma Young Eun sambil membetulkan posisi
anaknya agar dapat tidur dengan nyaman.
“Baiklah,
saya permisi keluar dulu, Nyonya. Tuan dan Nyonya apa mau dibelikan makanan?
Kalian terlihat sangat capek”, tawar Bibi Jung.
“Ne, bolehlah”, jawab Appa dan Omma Young Eun. Ya, mereka sangat kelelahan setelah segudang
aktifitas yang ada pada hari itu ditambah keadaan Young Eun yang tiba-tiba
down.
****
Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di
kasur. Dia merasa lelah setelah tadi bertemu dengan yeoja itu. Haah, Kyuhyun
sudah muak melihat wajah yeoja itu.
Ditambah lagi tadi dia harus menemani Ommanya
belanja. Untung saja besok akhir pekan, jadi saat itu Kyuhyun bisa
bermalas-malasan di rumahnya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Park Young Eun!
Ya, yeojanya itu. Kyuhyun merasakan
kalau dia merindukan Young Eun itu. Dia pun mengirim sms ke yeojachingunya itu untuk mengucapkan
selamat malam. Setelah sms terkirim, Kyuhyun berbaring dan dia pun terlelap menuju
ke dunia mimpinya.
****
Baru saja Appa dan Omma Young Eun
selesai sarapan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan bunyi suara panjang dan
gambar garis hijau lurus itu. Omma
Young Eun segera memanggil dokter agar datang ke ruangan anaknya dirawat.
Dokter dan suster pun segera datang ke kamar rawat Young Eun. Mereka mencoba
melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Young Eun. Omma Young Eun masih menangis di pelukan suaminya. Disana juga
terlihat Bibi Jung terisak melihat keadaan Young Eun. Dia sudah menganggap
Young Eun seperti anaknya sendiri.
“Mianhae,
kami sudah melakukan yang terbaik, tapi….”, ujar dokter tersebut dengan sedih.
“ANIYA!
Young Eun bangunlah nak! BUKA MATAMU!”, teriak Omma Young Eun. Mendengar perkataan dokter tadi tangisnya makin
menjadi-jadi. Dia mengguncangkan tubuh anaknya. Berharap anaknya itu hanya
tertidur dan sebentar lagi akan terbangun.
“Sudahlah..”, kata Appa Young Eun menenangkan. Dia juga
merasakan sakit yang luar biasa.
****
Kyuhyuun baru saja selesai menikmati
sarapan buatan Ommanya itu, dia
mendengar hp nya berbunyi. Kyuhyun melihat layar ponselnya. Ada sms? Lalu tidak
lama kemudian ada nomor asing meneleponnya. Nomor siapa itu? Kyuhyun pun
mencoba mengangkat telepon itu.
“Yoboseyo?”
“Apa
benar ini Tuan Kyuhyun?”
“Ne,
nuguya?”
“Saya
BIbi Jung, pembantunya Nona Young Eun.”
“Oh, ada apa?”
“Em..
anu.. Nona Young Eun.. dia di rumah sakit.. barusan… meninggal. Jadi..
datanglah kesini. Alamatnya sudah saya kirimkan melalui sms tadi.”
“MWO?! YANG BENAR SAJA? Ba..Baiklah
aku segera kesana.”
Klik. Telepon pun tertutup.
Kyuhyun masih tidak percaya dengan
yang barusan didengarnya. Young Eun? Yeojachingunya
itu, ada di rumah sakit. Dan yang lebih parahnya lagi, Bibi Jung mengatakan
APA? DIA MENINGGAL?! Kyuhyun serasa akan pingsan ketika mendengar kata-kata
itu. Dengan sekuat tenaga dia mengumpulkan energi untuk bangkit dan menemui
Young Eun. Oh Tuhan, semoga semua ini bohong.
****
Sesampainya Kyuhyun di rumah sakit,
dia segera mencari kamar di mana Young Eun dirawat sesuai informasi yang
diberikan oleh Bibi Jung.
Kyuhyun pun sampai tepat di depan
pintu kamar Young Eun. Dia mendengar suara tangisan dari dalam kamar itu. Oh
Tuhan, kuatkanlah aku. Batin Kyuhyun. Dia pun membuka pintu perlahan lalu
mendapati sosok Omma dan Appa Young Eun serta Bibi Jung yang
sedang menangis.
“Pe..permisi..”, ujar Kyuhyun ragu.
“Oh? Kyuhyun? Masuklah”, tawar Appa Young Eun.
Kyuhyun mengangguk. Dia berjalan menuju
ke kursi di samping tempat tidur Young Eun. Dilihatnya Young Eun yang tertidur
disana. Kyuhyun tak kuasa lagi menahan air matanya. Semua airmatanya tumpah. Sakit,
perih, itulah yang dirasakan Kyuhyun. Dia tidak habis pikir, kenapa yeoja
yang dicintainya itu pergi secepat ini. Ada apa sebenarnya?
“Kyu… Young Eun.. Sebenarnya sudah
mengidap penyakit leukemia sejak beberapa tahun lalu. Tapi dia meminta kami
semua untuk merahasiakannya darimu. Katanya dia tidak ingin melihatmu sedih..”,
ujar Appa Young Eun menjelaskan semua
yang terjadi pada Kyuhyun.
Kyuhyun semakin tidak bisa membendung
air matanya. Air matanya mengalir begitu deras. Kyuhyun merasa hatinya hancur,
perih sekali.
“Kenapa kau meninggalkanku secepat
ini, ha?”, bisik Kyuhyun kepada Young Eun.
****
>>to be continued<<
Haha, mohon komennya bagi yang udah baca *bow*





2 komentar:
woah ngenes tuh ceweny mati.
knpa ga dibkin matinya pelan2 aja? biar tambah sakit gitu *evilnya kumat* -___-
@Ifa raneza: beehh,wkwkwk xD
Posting Komentar