Senin, 30 April 2012

[FF] Don't Touch My Girl

Hahaha, akhirnya saya kembali dengan membawa freak ff nan gaje ini..
Ini merupakan langkah berani menurut gue, karena ff ini gaje bin aneh menurut saya, muahahahaha xD
Tapi bagaimanapun, saya sudah berjanji akan mengepost ff ini di blog saya, jadi yaa beginilah xD
Mian kalo hasilnya tidak memuaskan *bow 90 derajat*

Oke langsung saja xD




Judul: DON’T TOUCH MY GIRL
Genre: romantic *sedikit*, agak horror *mungkin*, etc lah *bingung-_-*
Cast: Lee Min Ho, Jung Ji Hyun, Kim Rye Wook, Yoo Seung Ho, etc.



------
“Jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka tak akan kubiarkan seorang pun bisa mendapatkannya….”

-At Ji Hyun’s home(1 Des 2011)-
Terlihat seorang yeoja sedang mengutak-atik hp nya. Sepertinya sedang mengirimkan sms.
“To: Min Ho oppa~
Annyeong chagi-ya~ Udah bangun belom nih? Aku pengen ketemu kamu. Ntar siang kita bisa ketemuan ga? ^^
By: Jung Ji Hyun”
Klik. Yeoja itu memencet tombol send. Sms pun terkirim. Dengan sabar yeoja itu menunggu balasan dari sms tadi.
Triiing. Terdengar bunyi sms masuk. Dengan cepat yeoja tersebut mengambil hp dan membuka sms tersebut.
“To: Ji Hyun
Annyeong ^^ Iya, aku sudah bangun chagi. Ah nanti siang ya. Di taman biasa kan? Ne, aku bisa kok ^^
By: Min Ho”
Yeoja itu tersenyum. Entah apa yang dipikirkannya. Mungkin sms tadi yang membuat ukiran senyum di wajahnya itu melebar.

-Siang, di taman-
“Annyeong chagi~” sapa yeoja itu menghampiri seorang namja yang duduk di kursi taman. Dia Jihyun.
“Annyeong. Eh, kamu ngapain tiba-tiba ngajak ketemuan? Kangen ya? :3”, ucap namja itu lembut sambil mencubit pipi yeojachingunya. Dia Minho.
“Iihh apaan sih? Aku ngajak kamu kesini untuk jalan-jalan. Kajja ^^”, ajak Jihyun tersenyum.
“Oh, arra~”
---
“Oppa, belikan aku es krim :3”, pinta Jihyun manja.
“Nee~ ayoo kita beli ^^”, jawab Minho.
Mereka kemudian membeli es krim yang ada disekita taman. Mereka duduk dan makan bersama
Tiba-tiba Minho memakan es krim punya Jihyun.
“Yaa! Oppa! Apa yang kau lakukan, kau kan sudah punya?”, Jihyun menggelembungkan pipinya.
“Hahahaha, aku hanya ingin memakannya saja. Sudah, mukamu jangan seperti itu. Itu membuatku geram”, Minho kemudian mencubit pipi Jihyun.
“Yaa, sakit oppa! Rasakan ini!”, Jihyun membalas cubitan Minho. Mereka terlihat senang.
---
“Gomawo chagi udah ajak aku jalan-jalan. Aku seneng banget ^^”, Minho tersenyum sambil memakan es krimnya.
“Nee chagi. Emm, ada yang ingin ku ceritakan padamu.”, ucap Jihyun ragu.
“Heh, mwo chagi-ya? Kelihatannya serius banget”, kata Minho penuh tanya.
“Emm, kita kan sudah pacaran selama 2 tahun. Dan itu bukan waktu yang singkat. Tapi… Tiba-tiba aku merasakan perasaan cintaku padamu sedikit berkurang, karena kehadiran seseorang dalam hidupku. Emm, sudah kupikirkan matang-matang. Sebaiknya kita putus saja. Aku ga mau menyakiti kamu lebih jauh lagi. Mianhaeyo, oppa. Kau pasti benci padaku. Kuharap kau mendapatkan yeojachingu yang beribu-ribu kali lebih baik dariku. Mianhaeyo oppa”, ucap Jihyun lirih. Dia menangis.
“Jihyun-ya, kau sedang tidak bercanda kan? Aku tidak mau putus denganmu! Aku sungguh sangat mencintaimu, Jihyun-ah! Lalu, untuk apa kau menyenangkanku seharian ini tapi kemudian kau mencampakkan ku! Ya, kau memang jahat, Jihyun-ah! Tapi, itu takkan mengubah perasaan cintaku padamu!”, Minho menangis.
“Ahh, oppa. Jeongmal mianhaeyo. Aku memang yeoja tak tau diri. Aku tak pantas untukmu. Jadi kumohon, lupakanlah aku. Aku melakukan ini semua karena aku ingin membahagiakanmu disaat terakhir sebelum kita berpisah. Mianhaeyo oppa, dan kumohon lupakanlah aku”, Jihyun terisak, kemudian dia berlari pergi meninggalkan Minho sendiri di taman.
“Aku takkan pernah mengubah perasaanku padamu, Jihyun-ah. Saranghaeyo…”, ucap Minho lirih.

-malam At Minho’s home(2 Des 2011)-
Minho masuk ke kamarnya. Sepertinya dia baru pulang dari kampus. Dia pun menghempaskan badannya ke tempat tidur. Kemudian menerawang ke langit-langit kamarnya. Banyak pertanyaan yang ada di otaknya. Mengapa dia bisa diputuskan oleh Jihyun yang sudah menjalin hubungan dengannya selama itu? Padahal setelah dia selesai kuliah dan bekerja, Minho akan berencana melamarnya. Mungkin belum jodoh lebih tepatnya.
“Ah~ kenapa aku naas sekali”, sambil memukul-mukul kepalanya.
“Eottheokke? Hanya dia yang kucintai, tapi kenapa dia tega seperti itu padaku? Dan siapa laki-laki itu? Kurang ajar sekali dia! Beraninya merebut kekasihku! Lihat saja nanti, kalau aku tidak bisa mendapatkan Jihyun, takkan kubiarkan seorangpun mendapatkannya. Hahaha!!!”,  Minho tertawa. Tawa yang menyeramkan lebih tepatnya. Sepertinya dia merencanakan sesuatu.

-Pagi at Jihyun’s home(3 Des 2011)-
Pagi  yang cerah. Jihyun sudah terbangun dari tidurnya. Dia mengambil hp kemudian membaca sms.
“To: Jihyun-ah
Anyeong chagiya~ Bangun ya^^ Jangan lupa ntar sore kita kan jalan-jalan. Dandan yang cantik ya chagiyaa~ Saranghaeyo ^^
By: Seungho oppa”
Jihyun tersenyum lebar. Cepat-cepat dia membalas sms dari namjachingunya itu. Tapi, tiba-tiba dia teringat kejadian 2 hari lalu. Jihyun menangis. Betapa jahatnya dia waktu itu. Demi egonya sendiri, dia tega menyakiti perasaan orang yang pernah dicintainya itu, yang menjadi bagian hidupnya dulu.
“Semoga oppa mengerti. Aku mengatakan ini semua supaya oppa tidak lebih sakit lagi karenaku”, kata Jihyun lirih.

-Sore, at Jihyun’s home(3 Des 2011)-
TIIN TIIIIINNN
Terdengar bunyi klakson mobil. Mungkin itu suara klakson mobil Seungho. Segera saja Jihyun keluar dari kamarnya menuju ke luar rumah untuk menemui Seungho. Ya, mereka akan pergi jalan-jalan bersama seperti yang telah dijanjikan.
“Ah oppa, mian aku agak lama. Tadi habis nutupin pintu sama jendela rumah dulu. Di rumah gak ada orang sih”
“Ah ne, gapapa kok. Kajja kita pergi sekarang”, Seungho menarik tangan Jihyun untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Mereka pun berangkat.
--
Saat Jihyun dan Seungho sedang menikmati jalan-jalan mereka, dibelakangnya tampak seseorang yang mengikuti mereka. Dari postur tubuhnya, sepertinya dia seorang namja. Namja itu terus membuntuti kemanapun Jihyun dan Seungho pergi.

-Malam, at Jihyun’s home(3 Des 2011)-
Jihyun sampai di rumah. Dia masuk ke kamar dan menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.
“Ah, hari yang melelahkan sekali. Sebaiknya aku langsung tidur saja”. Jihyun pun tertidur pulas.

-Malam, at Seungho’s apartment(3 Des 2011)-
Seungho tiba di apartemennya. Dia kelelahan. Segera saja dia mandi dan setelah itu tidur.
“Ah, hari yang melelahkan. Tapi juga menyenangkan ^^. Sebaiknya aku mandi dulu saja kemudian langsung tidur deh”, batin Seungho.
--
Saat Seungho mandi, tiba-tiba seorang namja masuk ke apartemennya. Dia menggunakan pakaian serba hitam. Dia kemudian duduk di atas tempat tidur Seungho.
Saat Seungho sudah selesai mandi dan akan beranjak tidur, dia melihat namja itu. Seungho terkejut, sepertinya dia mengenal namja tadi.
“Kau Minho kan? Kenapa ada disini? Apa kau ada urusan denganku?”, tanya Seungho, dia terkejut melihat Minho tiba-tiba ada di apartemennya malam-malam begini.
“Ne, aku ada urusan denganmu. Kau Yoo Seung Ho itu kan? Namjachingunya Jihyun? Haha, senang bertemu denganmu”, sapa Minho dengan tatapan menyeramkan.
“Ne, itu benar. Senang juga bertemu denganmu.”
“Baiklah, sepertinya aku tidak perlu basa-basi lagi..”, Minho kemudian mengeluarkan pisau dari kantong di jaketnya.
“K…kau.., m..mau apa kau dengan pisau itu?”, Seungho melihat ke arah pisau Minho.
“Oh ini, tentu saja untuk………… MEMBUNUHMU!!”, Minho pun segera memulai aksinya.
Dia mulai menggoreskan pisau itu sedikit-sedikit ditubuh Seungho. Seungho pun meringis kesakitan.
“Arrgghh, a..pa yang kau lakukan? Kau gila ya??!!”, teriak Seungho kesakitan.
“Tenang saja, ini baru permulaan”, jawab Minho.
Minho melanjutkan aksinya lagi, dia gunakan pisau itu untuk mengoyak-koyak tubuh Seungho. Setelah dia merasa puas, terakhir ditancapkannya lah pisau tadi tepat di jantung Seungho. Seungho pun tewas seketika di tempat.
“Hahaha!! Rasakan kau! Kalau aku tidak bisa mendapatkan Jihyun, artinya tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkannya, termasuk KAU! HAHAHAHA!!”, Minho tertawa penuh kemenangan.
Setelah itu dia membawa semua barang bukti agar jejaknya tidak bisa diketahui. Dia pun pergi meninggalkan mayat Seungho yang terbaring di lantai dengan menggenaskan.

-Malam, at Minho’s home(3 Des 2011)-
Setibanya dia di rumah, segera saja dia mandi membersihkan bercak-bercak darah dari tubuhnya. Kemudian dia mencuci barang-barangnya yang telah dikotori oleh darah itu agar dia tidak ketahuan.
“Hahahah! Puas sekali rasanya. Hatiku menjadi sedikit lebih lega. Sebaiknya sekarang aku tidur saja”

-Pagi, at Jihyun’s home(4 Des 2011)-
“Lalala~ Pagi yang indah. Seungho oppa lagi apa ya? ^^”, kata Jihyun.
Setelah mandi, Jihyun mengambil hp nya bermaksud untuk mengirim sms kepada Seungho oppa. Tapi tiba-tiba,  Seungho meneleponnya.
“Yoboseyo, oppa? Ada apa menelepon pagi-pagi begini”, sapa Jihyun.
“Mian Jihyun-ah, ini aku, Yoo So Ra, nunanya Seungho. Aku ingin member kabar bahwa…. Seungho… dia… meninggal di apartemennya secara menggenaskan. Aku hanya ingin memberitahumu agar kau bisa datang di pemakamannya siang ini. Sudah dulu ya, gamsahamnida”, ucap Ilna sambil menangis.
DEG!
Jantung Jihyun tiba-tiba berdegup kencang mendengarnya. Badannya terasa lemas.
“Seungho oppa, secepat itukah kau pergi? Baru saja kemarin kita bercanda bersama, tapi… Waeyo oppa??”, Jihyun tidak dapat menahan lagi. Air matanya mengalir. Dia menangis sejadi-jadinya saat itu.
-Siang, at cemetery(4 Des 2011)-
Semua orang yang ada disana menangis. Termasuk Jihyun. Dia hadir untuk mengantarkan Seungho ke tempat peristirahatannya yang terakhir.
“Oppa, istirahatlah yang tenang disana. Aku akan selalu mendoakanmu”, ucap Jihyun sambil menahan tangisnya.
---
-Di jalan, 11 Desember 2011-
Jihyun memandang jalan dengan tatapan kosong. Masih diingatnya kejadian seminggu lalu. Beribu-ribu pertanyaan ada di pikirannya.
“Bagaimana bisa oppa meninggal seperti itu? Aku masih tak bisa percaya. Begitu cepatnya dia pergi. Oh Tuhan, ini terlalu berat untukku”, batin Jihyun.
Dia kemudian memasang earphone nya. Dilihatnya lampu untuk menyebrang sudah berwarna hijau. Dia pun langsung menyebrang. Tiba-tiba…
TIINNN TIIIINN!
Jihyun mendengar secara samar-samar bunyi klakson itu. Saat menoleh, sebuah mobil melaju cepat akan menabraknya. Kemudian, seorang namja menyelamatkannya. Mereka terjatuh di tepi jalan.
“Kau tidak apa?”, tanya namja tadi.
“Ne, aku tidak apa-apa. Kau sendiri?”
“Aku tidak apa-apa ^^”
Jihyun melihat tangan namja tadi berdarah karena bergesekan dengan aspal saat terjatuh tadi.
“Ah, kau terluka. Ayo ke rumahku, biar kuobati lukamu”, ajak Jihyun.
“Baiklah..”

-At Jihyun’s home, 11 Des 2011-
Jihyun membawa masuk namja tadi ke rumahnya kemudian mempersilahkannya duduk. Dia segera mencari kotak P3K di kamarnya. Kemudian kembali ke tempat namja tadi.
“Sini kuobati”, ucap Jihyun. Dia dengan cekatan membersihkan darah yang mengalir, kemudian memberinya plester.
“Gomawoyo. Nama kamu siapa?”, tanya namja itu.
“Joneun Jung Ji Hyun imnida. Kamu sendiri?”, jawab Jihyun sambil tersenyum.
“Oh, joneun Kim Ryeo Wook imnida. Bangapta ^^”
Mereka kemudian asyik mengobrol, mulai dari keluarga, teman, dan lain-lain.
“Apakah aku boleh berteman denganmu?”, tanya Ryeowook.
“Tentu. Kenapa tidak. Saat berbicara aku merasa cocok denganmu ^^”
“Ne, aku pulang dulu. Gomawo sudah mengobati lukaku”, Ryeowook berpamitan. Kemudian dia pergi meninggalkan rumah Jihyun.

-malam, at Ryeowook’s apartment(11 Des 2011)-
Ryeowook tersenyum. Ya, dia tersenyum terus. Untunglah dia tinggal sendiri di apartemennya. Kalau tidak, mungkin orang-orang sudah menganggapnya gila dan membawanya ke rumah sakit jiwa saat itu juga.
“Dia cantik, manis, baik pula”, ucap Ryeowook.
“Apakah aku jatuh cinta dengannya? Hem, mungkin saja ^^”
Setelah itu Ryeowook memilih untuk tidur, dia kelelahan.

-----
Jihyun dan Ryeowook semakin hari semakin akrab. Mereka sering bertemu dan jalan-jalan bersama. Tampaknya mereka berdua sudah mulai saling jatuh cinta. Mereka pun akhirnya berpacaran.

-pagi at Jihyun’s home (23 Des 2011)-
Jihyun menikmati sarapan pagi itu dengan lahap. Saat sedang menyantap makanan, tiba-tiba hp Jihyun berbunyi. Ada sebuah sms.
“To: Jihyun-ah
Annyeong Jihyun. Kau tak lupa kan kalau hari ini kita akan jalan-jalan? Dandan yang cantik ya, aku akan menjemputmu ^^
By: Ryeowook oppa”
Jihyun tersenyum membaca sms itu.
“Baiklah oppa. Untukmu aku akan dandan yang cantik ^^”, ucap Jihyun.

-sore at Jihyun’s home (23 Des 2011)-
TIIIN TIIIN
Dengan cepat Jihyun keluar rumah kemudian menghampiri mobil Ryeowook.
“Mian oppa kalau aku agak lama”, ucap Jihyun.
“Jihyun-ah, kau cantik sekali ^^ Ah ne, kajja masuk”, jawab Ryeowook.
---
-at taman (23 Des 2011)-
Hari ini, Jihyun berjalan-jalan bersama Ryeowook. Mereka terlihat bahagia sekali. Bercanda, memakan es krim bersama, dan lain-lain. Mereka benar-benar menikmati hari itu bersama.
---
Setelah selesai berjalan-jalan, Ryeowook pun mengantar Jihyun pulang. Dia kemudian berpamitan pada Jihyun untuk pulang juga.

-malam at Ryeowook’s apartment(23 Des 2011)-
Ryeowook tiba di apartemennya. Dia kelelahan. Segera saja dia mandi dan setelah itu tidur.
--
Selesai mandi, tiba-tiba melihat seorang namja sudah ada di kamarnya.
“Siapa kau? Kenapa ada disini? Apa kau ada urusan denganku?”, tanya Ryeowook, dia terkejut melihat namja itu tiba-tiba ada di apartemennya malam-malam begini.
“Aku Minho, ex-namjachingunya Jihyun. Ne, aku ada urusan denganmu. Kau Kim Ryeo Wook itu kan? Namjachingunya Jihyun? Haha, senang bertemu denganmu”, sapa Minho dengan tatapan menyeramkan.
“Ne, itu benar. Senang juga bertemu denganmu.”
“Baiklah, sepertinya aku tidak perlu basa-basi lagi..”, Minho kemudian mengeluarkan pisau dari kantong di jaketnya.
“K…kau.., m..mau apa kau dengan pisau itu?”, Ryeowook melihat ke arah pisau Minho.
“Oh ini, tentu saja untuk………… MEMBUNUHMU!!”, Minho pun segera memulai aksinya.
Dia mulai menggoreskan pisau itu sedikit-sedikit ditubuh Ryeowook. Ryeowook pun meringis kesakitan.
“Hei, kau gila ya??!!”, teriak Ryeowook kesakitan.
“Hahaha, ini baru permulaan!”, jawab Minho.
Minho melanjutkan aksinya lagi, dia gunakan pisau itu untuk mengoyak-koyak tubuh Ryeowook. Setelah dia merasa puas, sama seperti yang telah dilakukannya pada Seungho, terakhir ditancapkannya lah pisau tadi tepat di jantung Ryeowook. Ryeowook pun tewas seketika di tempat.
“Hahaha!! Rasakan kau! Tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan Jihyun, termasuk KAU! HAHAHAHA!!”, Minho tertawa penuh kemenangan.
Setelah itu Minho membawa semua barang bukti agar jejaknya tidak bisa diketahui dan pergi meninggalkan mayat Ryeowook yang terbaring di lantai dengan menggenaskan.

-pagi, at Jihyun’s home(24 Des 2011)-
“Apa?? R…ryeowook oppa… Itu tidak mungkin! Tidak mungkin!”, Jihyun segera menutup flip hp nya. Tiba-tiba airmata mengalir di pipinya. Dia menangis sejadi-jadinya.
“Oppa.. Waeyo?? Ya Tuhan, kenapa ini? Kejadian ini terulang lagi”, Jihyun terisak.
“Aku merasa ini sudah direncanakan.. Tapi siapa yang tega melakukan ini??”, Jihyun bertanya pada dirinya sendiri
-----
Sepulang dari tempat pemakaman Ryeowook oppa, Jihyun terbaring lemas di tempat tidurnya. Tiba-tiba dia mendapatkan sebuah sms.
“Jika kau ingin tau siapa yang melakukan ini semua, datanglah ke gedung sepi di dekat rumahmu itu jam 11 malam ini, kemudian naiklah ke atasnya…”
Jihyun kaget. “Hah? Siapa yang mengirim itu? Tapi bagaimanapun aku harus tahu siapa dia. Baiklah, akan kucoba..”
-malam, di atas gedung (24 Des 2011)-
“Hhh, mana orang itu? Kenapa sudah jam segini dia tidak datang juga?”, Jihyun menggerutu pada dirinya sendiri.
……
“Kau menungguku?”, ucap namja yang baru tiba di sana. Dia memakai topi, sehingga mukanya tidak kelihatan.
“K….kau??”, Jihyun terkejut. Dia mengenali suara itu.
“M..Minho Oppa??”
“Ne, ini aku. Apa kabar?”, Minho melepas topinya sambil tersenyum ke arah Jihyun.
“Kenapa kau melakukan semua ini Oppa? WAEYO?!”, Jihyun tak kuasa menahan airmatanya. Dia menangis.
“Aku melakukan ini semua, karena.. AKU TIDAK MAU KAU DIMILIKI OLEH SIAPAPUN SELAIN AKU! KAU TAU!”, Minho berteriak. Bulir-bulir airmatanya pun jatuh membasahi pipinya.
“Kenapa kau tidak membunuhku saja langsung, biar kau puas!”, Jihyun berteriak. Dia tak kuasa menahan emosinya.
“Aku… baiklah kalau itu maumu. Tapi kita akan MATI BERSAMA!”, ucap Minho tak kalah kuat.
Jihyun kaget. “Baiklah, terserah kau saja. Aku juga sudah capek dengan kehidupanku selama ini. Aku ingin mengakhirinya sekarang juga”, Jihyun mencoba tenang, dia terlihat pasrahh. Tampak dari wajahnya ia sangat putus asa.
“Arraseo. Pegang tanganku. Kita akan akhiri ini bersama.”
Jihyun pun memegang tangan Minho. Mereka berpelukan. Kemudian mereka melepas pelukannya. Dan mereka memilih terjun dari atas gedung itu. Mereka meninggal dengan menggenaskan.
-THE END-



Yaakk, itulah ff gaje yang berani saya posting di sini xD
Mian kalo tidak memuaskan xD *bow

4 komentar:

  1. nyeremin-_____- Si minho ngapain juga bunuh orang? Sama gue aja napa? :3 *ditabok eunkyu* :p

    BalasHapus
  2. @Ifa Raneza: wkwkwwk, uda ada 2 masih kurang? U,u
    Gimana gimana? u,u

    BalasHapus
  3. selama belom limit, masih akan bertambah(?) xD
    yaya bagus :D

    BalasHapus
  4. Kak Yanaaa... saya baru baca sekaraaaang... dan ternyata nyeremin banget! Kak Yana cocoknya jadi artis film horror di masa depan, deh.
    amiin... :)

    BalasHapus